Panduan Bisnis UKM: Pecat Saja, dan Rekrut Baru!

DIPECAT GAK YAA?? ??

Banyak bisnis terhambat pertumbuhannya, salah satu penyebab utamanya dikarenakan faktor SDM.

SDM tidak serta merta muncul langsung BAGUS, QUALIFIED secara tiba-tiba, tapi melalui proses recruitment. Jadi.. Sebelum menyalahkan SDM Anda, telitilah dulu proses recruitment yang ada pada bisnis Anda.

Bagi sebagian pengusaha, memang proses rekrutmen karyawan/tim ini adalah proses yang membosankan, mendingan cari orang yang ahli, trus dia yang melaksanakan fungsi tersebut. Salah? Tidak! Hanya perlu diteliti dan dirumuskan terlebih dulu, tim seperti apa yang sebaiknya kita rekrut/pilih.

Formula Rekrutmen

Kepedulian untuk membuat FORMULA rekrutmen yang harus dibuat terlebih dulu. Sebetulnya MUDAH untuk merumuskannya, karena secara umum rekrutmen hanya ada 3 filter utama:
1. Attitude
2. Skill
3. Aturan main

Poin no 1 dan 2 adalah Selection Process, agar lamaran yang masuk sesuai dengan kualifikasinya. Kemudian disaring lagi saat interview, test kemampuan, atau test-test yang lain.

Sedangkan no 3, sering disebut proses de-selection, yang biasa dilakukan saat rekrutmen. Di mana, sebagai contoh saja, kita bisa menjelaskan aturan main yang ada di perusahaan. Sehingga klo dia (si pelamar kerja) merasa tidak cocok, maka dia bisa segera mundur atau berpikir ulang untuk tetap maju dalam proses rekrutmen berikutnya. Dan… Dalam proses ini kita juga bisa melihat perubahan pada bahasa tubuhnya (gak dibahas di sini, soalnya panjang).

Sebagai Bos, Anda bisa merekrut orang yang mampu melaksanakan rekrutmen dengan baik, kemudian, biar dia yang membuat rumusannya. Kita tinggal meluangkan waktu untuk me-review, apakah rumusannya sudah sesuai dengan keinginan kita atau belum. Ada juga pilihan untuk mengambil dari lembaga/konsultan jasa penyedia SDM.

Kalo belum cocok rumusannya gimana? Yaa tinggal pake rumus TAMBAH dan KURANG aja.. Simple kan? ?

Standar Training

Setelah itu ngapain? Buat standar training (sering disebut dengan OJT/On-the Job Training) yang diperlukan di masing-masing posisi. Apa saja materinya? Biasanya dibagi menjadi 2, yaitu:

1. MATERI UMUM.

Yaitu materi yang berkaitan dengan Visi, culture, aturan main, dan jenjang karir di perusahaan Anda. Penekanannya adalah VISI dan CULTURE. Agar perahu bisnis Anda selalu berada di jalur dan arah yang tepat. Jangan pernah anggap remeh materi ini, karena justru ini materi POKOK dalam membangun TIM yang berkualitas yang akan men-support bisnis kita.

2. MATERI TEKNIS

Yaitu materi yang berkaitan dengan proses kerja dan TARGETNYA di masing-masing posisi. Seahli apapun orang yang kita rekrut, tidak serta merta langsung boleh melakukan perubahan dalam proses bisnis kita. Karena perubahan proses bisa mengakibatkan goncangan dalam perahu bisnis. Perubahan proses bisnis harus direncanakan dengan baik, agar peraliahnnya smooth, berjalan lancar, alias mulus.. Apalagi dari orang baru, biasanya, resistensinya tinggi.

Cukup? Yaa.. Konsepnya sesederhana itu. Untuk teknisnya, Anda lebih tau kondisi bisnis Anda sendiri.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sudah ada alias TIM yang ada? Kemungkinan resistensi selalu ada di manapun itu. Bahkan di perusahaan besar atau multinasional sekalipun.

Orang-orang yang tidak lagi satu arah dengan BISNIS Anda harus “di-ikhlas-kan”. Barangkali dia lebih cocok di posisi yang lain, atau di perahu bisnis orang lain. Dipecat donk? Yaa.. Klo tega..! Klo gak tega, yaa ditega-tegain untuk didudukkan di “bangku cadangan” sampe dia keluar sendiri. Hehe.. Pilihannya adalah, dia mau BERUBAH dan men-support bisnis kita, atau “masuk kotak” ?

“Koq gitu sih Mas ngajarinnya?”

Barangkali ada yang punya pertanyaan seperti ini, jawabanya adalah: siapa yang mau kita korbankan? Bisnis kita bersama Tim yang men-support kita, atau memilih yang “melubangi” perahu bisnis kita? Apakah kita rela perahu bisnis kita beserta orang-orang yang di dalamnya tenggelam dikarenakan “oknum” tersebut? Mereka (yang men-support Anda) juga punya keluarga/tanggungan looohh.. Kecuali, LEADERSHIP Anda cukup kuat, ada pada minimal di Level 4 dari 5 level leadership-nya Om John C. Maxwell. Dan pondasi bisnis kita juga cukup kuat.

Performance bisnis kita ditentukan oleh tim kita. Dan Culture yang ada di tim kita ditentukan oleh Lingkungan Kerja dan LEADERSHIP yang kita bangun selama ini.

Sekian dulu.. Semoga bermanfaat.. ?

Ditulus oleh:
Dania Setiabudi